Marketplace Guru Gagasan Nadiem Makarim Menuai Pro dan Kontra dalam Masyarakat

Pengertian Marketplace Guru

Berdasarkan pernyataan Nadiem dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Mendikbud, marketplace guru adalah wadah di mana semua guru yang boleh mengajar masuk ke dalam satu database yang dapat diakses semua sekolah.

Melalui wadah ini, setiap sekolah dapat mencari guru yang dibutuhkan dengan mudah, sehingga bisa menyelesaikan masalah perekrutan. Menurut Nadiem, ada tiga masalah yang terselesaikan dengan adanya marketplace guru ini.

Masalah pertama adalah kebutuhan guru secara realtime sehingga tidak perlu menunggu rekrutmen terpusat yang membutuhkan waktu lama. Kedua, perekrutan kini bisa dilakukan sesuai kebutuhan karena selama ini masih ada siklus yang tidak sinkron antara sekolah dan pemerintah pusat. Ketiga adalah selama ini pemerintah daerah tidak mengajukan formasi ASN yang sesuai dengan kebutuhan.

Ide Marketplace guru dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud) Nadiem Makarim menuai pro kontra.

Rencananya, program tersebut bakal mulai diimplementasikan pada 2024 mendatang. Lantas, sebenarnya apa itu Marketplace Guru?

Dengan program Marketplace guru ini, pihak sekolah akan merekrut guru melalui marketplace (lokapasar).

Namun ide yang digagas mantan CEO Gojek tersebut, menuai pro kontra.

“Sebentar lagi, guru bisa dimasukkan ke keranjang belanja,” bunyi tweet akun Twitter @P2G_ID pada Jumat (26/05/2023).

“Apakah layak guru dijadikan komoditas dalam marketplace?” tulis cuitan pada Sabtu (27/05/2023).

Dilansir dari an-nur.ac.id, Marketplace Guru atau Ruang Talenta Guru merupakan pangkalan data yang berisi daftar semua guru layak mengajar dan bisa diakses oleh seluruh institusi pendidikan di Indonesia.

Melalui kanal tersebut, pola seleksi yang awalnya terpusat akan diubah menjadi pengangkatan setiap waktu, layaknya berbelanja di e-commerce.

Nantinya, platform tersebut akan berisi informasi mengenai lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan, guru honorer, dan calon guru ASN (Aparatur Sipil Negara).

Program itu dinilai mampu meningkatkan kualitas serta kompetensi calon tenaga pendidikan sebelum mengabdikan dirinya di sekolah-sekolah.

Pihak sekolah akan merekrut guru melalui marketplace (lokapasar). Ketentuan itu ditetapkan supaya memastikan setiap sekolah telah memilih tenaga pengajar yang berkompetensi.

Anggaran gaji dan tunjangan guru ASN juga akan dialihkan ke sekolah, dari sebelumnya yang diatur pemerintah daerah (Pemda).

Dihimpun dari teras.id, Nadiem sendiri mengaku telah membahas program tersebut bersama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

Dua Golongan yang Masuk Marketplace Guru

Siapa saja yang bisa masuk marketplace guru? Ada dua golongan yang masuk dalam marketplace guru, yaitu guru honorer yang lulus seleksi dan lulusan PPG prajabatan.

1. Guru Honorer yang Lulus Seleksi
Guru honorer yang lulus seleksi adalah guru honorer yang telah mengikuti dan dinyatakan lulus seleksi untuk menjadi calon guru ASN. Nantinya, frekuensi seleksi guru ini bisa ditingkatkan lebih dari dari satu kali dalam setahun.

2. Lulusan PPG Prajabatan
Yang kedua adalah mereka yang lulus dari pendidikan profesi guru (PPG) dan dinyatakan memenuhi syarat sebagai calon guru ASN. Program PPG dan mahasiswa PPG pun akan ditingkatkan.

Cara Kerja Marketplace Guru

Dilansir dari laman Universitas Islam An Nur Lampung, berikut cara kerja marketplace guru yang diinisiasi Nadiem Makarim.

  • Seluruh guru honorer yang lulus seleksi dan lulusan PPG prajabatan masuk ke database marketplace guru.
  • Pemerintah pusat menentukan formasi, tetapi bersifat dinamis setiap tahun bergantung jumlah siswa.
  • Setiap sekolah bisa mengakses database marketplace guru untuk mencari dan merekrut guru sesuai dengan kebutuhan dan formasi mereka.
  • Sekolah bisa langsung melakukan wawancara dan tes kepada calon guru yang mereka pilih dari marketplace guru.
  • Sekolah dapat mengangkat calon guru dari marketplace guru untuk menjadi guru tetap atau kontrak sesuai dengan kesepakatan.
  • Sekolah bisa memberikan insentif kepada guru-guru tersebut sesuai dengan kinerja dan prestasi.

Pro dan Kontra Marketplace Guru

Gagasan Nadiem ini masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan pemangku kebijakan. Berikut ini beberapa sisi positif dan negatifnya.

Kelebihan Marketplace Guru

  1. Guru tidak perlu menunggu pengangkatan dari pemerintah pusat yang lama.
  2. Konsep ini bisa memberi kesempatan yang lebih luas dan merata bagi para guru untuk mendapatkan pekerjaan di sekolah-sekolah yang membutuhkan.
  3. Mendorong guru meningkatkan kualitas dan kompetensi karena sekolah bisa akan mencari guru-guru terbaik.
  4. Guru lebih fleksibel dalam menentukan lokasi kerja sesuai dengan keinginan dan kesempatan mereka.

Kekurangan Marketplace Guru

  1. Muncul ketidakpastian status karena mereka belum menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
  2. Selama belum ada dasar hukum yang jelas, guru mungkin bisa dipecat atau diganti sewaktu-waktu.
  3. Kesejahteraan dan motivasi guru bisa menurun, karena mereka tidak mendapatkan gaji dan tunjangan yang layak seperti PNS atau PPPK.
  4. Menyebabkan ketimpangan karena ada persaingan di antara ribuan guru lainnya di marketplace.

Nah itulah tadi telah kita ketahui bahwa marketplace guru adalah wadah di mana semua guru yang boleh mengajar masuk ke dalam satu database yang dapat diakses semua sekolah. Diharapkan hal ini bisa menuntaskan masalah rekrutmen guru.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *