Dituding Melakukan Ajaran Sesat, MUI Minta Gurbernur Ridwan Kamil Tegur Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun

Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun di Indramayu bikin resah masyarakat. Sejumlah ajaran di ponpes tersebut menyimpang dan sesat. Salah satunya para santri diperbolehkan berzina asal menebus dengan uang Rp2 juta.

Masyarakat Indramayu yang resah akhirnya melakukan aksi demonstrasi terhadap ponpes yang dipimpin oleh Panji Gumilang itu. Sebanyak 3.000 massa dari Forum Indramayu menggugat akan mendatangi ponpes tersebut hari ini, Kamis (15/6/2023).

Majelis Ulama Indonesia atau MUI Jawa Barat meminta kepada Gurbenur Jabar, Ridwan Kamil untuk menegur Pengurus Pondok Pesantren Al-Zaytun di Indramayu.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar dimana permohonan tersebut disampaikan menyusul banyaknya pernyataan-pernyataan kontroversi yang dilontarkan oleh Pimpinan Ponpes Al-Zaytun.

‘’Rekomendasi kami meminta kepada pak gubernur supaya menegur Al-Zaytun agar jangan menyampaikan pernyataan yang kontroversi, itu kan bikin kegaduhan,’’kata Rafani.

Selain itu, MUI Jabar juga membentuk sebuah tim khusus guna mengungkap tudingan ajaran sesat di pondok pesantren tersebut.

Mereka berpendapat, Ponpes Al-Zaytun telah banyak melakukan penyimpangan terutama banyaknya pernyataan yang dilontarkan pimpinannya.

‘’Contohnya, salam misalnya mengucapkan Assalamualaikum pakai salam Yahudi gitu kan. Terus jangan jauh-jauh pergi ke Mekah, Indonesia juga tanah Suci, nah ujung-ujungnya nanti dia membolehkan aja di sini, itu kan sudah menyimpang itu,” tambahnya.

Tak hanya pihak MUI Janar, sejumlah massa yang tergabung dalam Gorum Indramayu Menggugat juga yelah melakukan unjuk rasa di Pondok Pesantren Al-Zaytun.

Mereka menuntut agar beban aliran sesat dalam pondok pesantren tersebut menyusut tuntas guna menjamin keamanan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *