Beranda News BPOM Tarik Peredaran Ranitidin

BPOM Tarik Peredaran Ranitidin

37
0

Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan perintah untuk menarik seluruh peredaran ranitidin dari pasaran. Obat yang sudah 30 tahun beredar di pasaran sebagai obat tukak lambung dan tukak usus ini disinyalir mengandung zat yang pemicu penyakit kanker.

Berdasarkan temuan dari BPOM, ranitidin mengandung NDMA atau N-Nitrosodimethylamine. Zat ini sebenarnya tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam batas yang wajar, namun hasil dari BPOM menemukan adanya indikasi pencemaran NDMA yang melebihi ambang batas sehingga berbahaya apabila dikonsumsi oleh masyarakat.

BPOM dalam keterangan resminya yang ditulis pada situs resminya menghimbau kepada perusahaan farmasi yang memegang izin edar produk ranitidin untuk menarik kembali dan menghentikan produksi juga distribusi obat tersebut dari peredaran.

Dalam penyelidikannya BPOM menemukan adanya indikasi kandungan karsinogen atau zat pemicu kanker dalam level yang tidak dapat ditolerir. BPOM juga menghimbau kepada warga yang sudah terlanjur mengkonsumsi ranitidin selama ini untuk menghentikan pemakaian dan berkonsultasi kepada dokter mereka untuk selanjutnya diberikan obat lambung pengganti.

Berdasarkan data dari BPOM ada beberapa industri farmasi yang telah menarik peredaran ranitidin dari masyarakat karena diduga mengandung NDMA seoerti PT Glaxo Wellcome Indonesia yang memegang izin cairan injeksi Zantac 25 mg/mL, PT Global Multi Pharmalab yang memegang izin Rinadin sirup 75 mg/mL, dan PT Indofarma yang memegang izin cairan injeksi Indoran 25 mg/mL.

Perusahaan tersebut secara sukarela menarik produk mereka yang mengandung ranitidin. Sedangkan cairan injeksi Ranitidin 25 mg/mL milik PT Phapros TBK masih diperintahkan untuk ditarik dari peredaran.

Untuk mengatasi masalah lambung selain dengan mengkonsumsi ranitidin ada banyak pilihan alternatif sebagai penggantinya seperti Omeprazol, Lansoprazol, dan Esomeprazol. Obat tersebut sering digunakan dan lebih dianjurkan oleh dokter spesialis penyakit dalam. Pemakaian ranitidin sendiri banyak digunakan oleh puskesmas pemerintah.

Selain itu BPOM juga menganjurkan bagi masyarakat untuk mengikuti gaya hidup sehat seperti tidak merokok dan menghindari makanan yang dapat memicu terjadinya penyakit lambung. Tingkat stress juga dapat menjadi pemicu masalah pada lambung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here