Beranda Ekonomi dan Bisnis Harga Minyak Menguat Menjelang Libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat

Harga Minyak Menguat Menjelang Libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat

32
0

Harga minyak jelang peringatan hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS), sebelumnya harga minyak menurun. Hal ini dikarenakan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global. Sentimen ini juga melebihi keputusan OPEC yang memperpanjang pengurangan produksi minyak mentah. Wall Street dan bursa saham AS yang kini menguat serta ada data yang menunjukkan perusahaan AS yang mengurangi operasional rig pada pekan ini untuk pertama kalinya.

Masing- masing indeks saham mengacu di wall street dicatat sebagai rekor tertinggi seiring dengan harapan tumbuh kalau bank sentral AS membuktikan data ekonomi AS cenderung terlambat. Harga minya brend untuk pengiriman per september yang akan datang naik sebesar USD 1,42 atau sebanyak 2,3 persen ke posisi USD 63,82 per barel. Sedangkan harga minyak di Amerika Serikat untuk pengiriman agustus mendatang naik USD 1,09 atau 1,9 persen ke posisi USD 57,34per Barel.

Harga minyak acuan ini turun lebih dari 4 persen karena keterlambatan ekonomi yang tyerjadi pada waktu lalu. Keuntungan juga berkurang setelah data menujukan persediaan minyak mentah AS turun 1,1 juta barel dalam seminggu terakhir. Angka ini dinilai jauh lebih dari sedikit di bandingkan perkiraan analis sebesar 3 juta barel. Tanggal 4 juli di Asvolume perdagangan tipis, OPEC dan produsen minyak lain seperti Rusia sudah sepakat untuk memperpanjang pengurangan pasokan minyak hingga hingga Maret 2020.

Dalam catatan Analist Citi Research dalam perjanjian OPEC+ harus menarik persediaan minyak pada babak kedua nanti. Sehingga bisa mendorong harga minyak. Tanda tanda kelambatan dalam ekonomi global memuul perminaan minyak sehingga bisa membuat investor khawatir setelah indikator manufaktur global kecea, Amerika Serikat pun mengancam Eropa dengan tarif lebih tinggi.

Hingga saat inipun kekhawatiran penurunan harga minyak juga kan mempengaruhi ekonomi global. Harga minyakpun saat ini turun 4 persenpada penutupan pasar dagang selasa lalu, bahkan setelah OPEC sepakat untuk memperpanjang kesepakatan dalam mengendalikan pasokan hingga maret mendatang.

Hal yang menjadi faktor pendorong penurunan harga minyak deisebabkan oleh data manufaktur Ameika Serikat yang melemah sehingga mendongkrak kekhawatiran investor bahwa perlambatan ekonomi global sudah terasa.

Pada perdagangan yang sebelumnya harga minyak mentah Amerika Serikat menyentuh level tertinggi  dalam kurun waktu lima minggu. OPEC dan beberapa produsen lain memang telah sepaat untuk memotong produksi gabungan dengan jumlah 1,2 Juta arel per hari. Itulah langkah minimun yang akan di ambil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here