Beranda Ekonomi dan Bisnis Ini Respon Menteri Perhubungan Terkait Izin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terganjal

Ini Respon Menteri Perhubungan Terkait Izin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terganjal

53
0

Indonesia saat ini sedang membangun jalur kereta cepat dari Jakarta menuju Bandung. Kereta ini nantinya akan memiliki kecepatan 200 kilometer per jam dan melintas di bawah tanah menuju jalur layang. Menggunakan kereta ini dari Jakarta menuju Bandung hanya memerlukan waktu 35 menit saja, tapi dari pihak Pemerinta Daerah belum memberikan izin.

Gubernur Jawa Barat enggan mengakomodir proyek kereta cepat Jakarta- Bandung karena PT. Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC), belum berkomitmen terhadap Pemerintah Indonesia. Menteri Perhubungan menanggapi hal tersebut dan akan menindaklanjuti masalah izin yang selama ini belum di berikan pemerintah setempat daerah tersebut. Pihaknya juga mengatakan akan menerjunkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan KCIC untuk menangani masalah tersebut.

Proyek pembangunan ini sudah di mulai sejak 2018 yang lalu, kawasan yang di bangun di mulai dari kawasan Halim Perdana Kusuma, hingga kwasan tegal luar. Kabupaten Bandung, PT. Wijaya Karya (Persero) atau WIKA sudah mencatat bahwa pembangunan mereka sudah mencapai 9,2 persen hingga februari 2019, karena perusahaan menargetkan akan membangun proyek ini mencapai 55 persen pada tahun 2019 ini.

Banyak kendala yang dilalui ketika membangun jalur kereta cepat Jakarta Bandung tersebut, salah satunya adalah tentang pembebasan lahan, tapi kini pembebasan lahan sudah hampir 94 persen sedangkan empat persen masalah fasos dan fasum, maka dari itu pepihanya mencoba Forecast dan di targetkan bisa rampung bulan ini.

Gubernur Jawa Barat juga mengatakan bahwa jarak Jakarta Bandung akan berkurang menjadi 40 menit saja. pengurangan waktu tempuh ini berkat selesainya project kereta cepat. Akhir tahun ini juga di perkirakan pembangunan akan selesai. Bersama dengan Menteri BUMN, Ridwan Kamil menyaksikan sendiri trowongan di area Walini sepanjang 608 meter, proyek kereta cepat ini tidak memakai dana APBN dan berhasil menjaring tenaga kerja lokal serta melahirkan empat kota baru.

Ridwan Kamil juga mengatakan dengan adanya jalur cepat pertama di Asia Tenggara, maka akan ada lahirnya empat kota baru seperti Halim, Walini, Karawang, dan Tegal Luar. Proyek kereta cepat ini juga akan berdampak pada ekonomi bagi para pemuda dan bis menghasilkan lapangan kerja untuk generasi Millenial. Ridwan juga mengatakan bahwa akan ada 3-5 juta lapangan pekerjaan untuk generasi Z di Jawa Barat akan di hadirkan dalam 4 kota baru tersebut.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here