Beranda News Orangtua di Sleman Kesulitan Masukkan Data Online PPDB SMP

Orangtua di Sleman Kesulitan Masukkan Data Online PPDB SMP

47
0

Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP di Kabupaten Sleman saat ini telah masuk tahap verifikasi bebas, tetapi para orang tua mengalami kesulitan saat memasukan data online, keluhan pun kerap terjadi.

Salah satu orangtua yang mengurus PPDB SMP, Mayasari (35) mengungkapkan ia tidak bisa memasukkan poin tambahan prestasi anak. Ketika ia ingin mengkonfirmasikan hal itu ke sekolah yang dituju, ia diminta untuk langsung ke Dinas Pendidikan. Hal itu dialaminya sejak hari Jumat (28/6) lalu. Warga Sendangadi, Kecamatan Mlati ini harus bolak-balik ke sekolah tujuan dan Dinas Pendidikan.

“Jumat, kemudian Sabtu ke dinas, pihak sekolah minta ke dinas. Di dinas saya tunggu lama, katanya mau dikabari, nggak dikabari jadi saya hari ini ke sini. Jadi di sekolah pilihan satu dan dua bisa diubah, tapi di sekolah pilihan ketiga tidak bisa diubah,” jelas Maya.

Bagi Maya, walaupun hanya mendapatkan tambahan nilai prestasi 15 poin hal itu sangat penting bagi proses PPDB anaknya.

“Saya juga sempat kolom padukuhan tak diisi, karena saat minta username dan password, entry data berdasar kartu keluarga, memang tak ada keterangan padukuhan,” ucapnya. Ia juga menjelaskan karena isi data padukuhan kosong, ia tidak bisa ikut zona satu sehingga harus memilih zona dua. Zona dua berisi sekolah yang jaraknya semakin jauh. Selain itu, tambahan poinnya juga berkurang. Akan tetapi mau bagaimana lagi, orang tua hanya ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya.

Untuk mengubah data diakui, banyak cerita bahwa hal tersebut—lumayan cukup kewalahan karena tak dapat diganti mandiri melalui data online.

“Ini repot, online ubah apapun di manapun harusnya bisa. Tapi ini harus bolak-balik, kita nggak bisa, ke sekolah, sekolah tak bisa ke dinas, harus menunggu,” tutur Maya. Ia juga menyebut bahwa banyak ibu-ibu lain yang mengeluhkan hal tersebut. Ada pula yang tidak bisa mengakses internet karena servernya sangat penuh. Sehingga ia tidak bisa masuk semalaman.

“Besoknya saya klik tak bisa, setelah bisa, eh kok klik isi datanya yang nggak bisa,” imbuh Maya.

Setelah terkonfirmasi oleh dinas pendidikan setempat, Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Sri Wantini menyebut jika orangtua menemui kendala, pihak sekolah dan dinas akan membantu.

“Kalau kesulitan mendaftar online secara mandiri, bisa minta bantuan operator sekolah atau ke Dinas Pendidikan,” ujar Sri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here