Beranda Ekonomi dan Bisnis Giro Wajib Minimum Turun, Likuiditas Bank Bertambah 25 Trilliun

Giro Wajib Minimum Turun, Likuiditas Bank Bertambah 25 Trilliun

46
0

Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur Bank Indonesia menyatakan bahwa keputusan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) memberi kelonggaran bagi perbankan. Giro Wajib Minimum yang turun diperkirakan perbankan memiliki likuiditas bank bertambah menjadi 25 Trilliun.

Menurutnya akan ada tambahan kurang lebih 25 Trilliun dalam sistem akibat penurunan yang terjadi. Maka dari itu, Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan. BWM untuk bank umum konvesional dan bank umum syariah masing masing menurun hinggan 50 bps menjadi 6,00 persen dan 4,5 persen dengan rata masing masing 3,0 persen dan berlaku efektif mulai juli mendatang.

Manfaat lain dari pelonggaran dana ini adalah dana yang di kelola oleh perbankan bisa di kembangkan ke dalam sektor lain. Memang angka 25 Milliar tidak terlalu besar, tapi dengan dana itu bisa di manfaatkan semaksimal mungkin oleh perbankan. Jika dilihat dari dinamic impactnya, tidak hanya berhenti di angka 25 Milliar saja tapi bisa di putarkan untuk menghasilkan suatu multiplier effect yang besar dari sisi kredit.

Perbankan juga bisa memutar dana tersebut untuk menghasilkan sesuatu tidak hanya sekali saja, hingga mendapatkan lebih banyak kelonggaran yang ada. Jika di perhitungkan memang di benak perbankan muncul beberapa pertanyaan apa dana sekecil ini bisa untuk di putarkan, tapi disini bukan hanya soal memutar dana satu kali saja, tetapi untuk kelonggaran lainnya juga. Gubernur Bank Indonesia juga menuturkan bahwa meski suku bunga acuan di tahan namun pihaknya mengambil kebijakan baru yang bertujuan untuk menambah ketersediaan likuiditas perbankan dalam pemiayaan ekonomi yaitu dengan menurunkan Giro Wajib Minimum.

Dia juga menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus mencermati kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga, kebijakan ini sejalan dengan rendahnya inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan ketersediaan likuiditas di pasar uang. Selain itu banyak strategi yang akan di gunakan seperti pendalaman pasar dan pembayaran yang akan terus di perkuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Koordinasi dengan pemerintah juga dilakukan agar bisa mempererat pariwisata, mendorong permintaan domestik dan masih banyak lagi. Kebijakan kebijakan akan terus di terapkan dan dilakukan, meskipun suku bunga acuan di tahan, per tanggal 1 juli 2019 akan di berlakukannya turun GWM perbankan 50 bps.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here