Beranda Ekonomi dan Bisnis Keputusan Sidang Mahkamah Konstitusi Tidak Berpengaruh Besar Terhadap Rupiah

Keputusan Sidang Mahkamah Konstitusi Tidak Berpengaruh Besar Terhadap Rupiah

30
0

Nilai tukar uang terutama rupiah bergerak fluktuatif sepanjang hari. Pergerakan rupiah diprediksi masih  bergerak melemah dalam sesi dagang pada hari Jumat 28/6/2019. Walaupun diprediksi melemah namun rupiah masih berpotensi menguat pada perdagangan ini.

Mengutip pada laman Boomberg, rupiah mulai di buka di angka 14.139 per dolar AS, tidak berbeda jauh pada penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka 14.140 per dolar AS. Namun menjelang siang ini rupiah melemah menjadi 14.144 per dolar AS. Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Sport Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI), rupiah kini dipatok pada angka 14.141 per dolar AS. Hal ini menguat jika dibanding kan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.140 per dolar AS. Sejak pagi, rupiah berada di kisaran 14.132-14.145 per dolar AS.

Analis dari Bank Mandiri mengatakan bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi tidak berpengaruh signifikan terhadap pergerakan rupiah karena tidak menjadi isu besar. Direktur Utama PT Garuda mengatakan pasca putusan MK beberapa investor menahan diri untuk investasi. Apalagi setelah lembaga pemeringkat Standart & Poors (S&P) memberikan rating BBB menjadi BBB+ terhadap obligasi Indonesia, sehingga kegagalan untuk berinvestasi sangat kecil.

Bank Indonesia juga mengatakan bahwa nilai tukar rupiah 13.900–14000 per dollar AS di tahun 2020. Gubernur Bank Indonesia juga mengatakan asumsi ekonomi makro per 2020  untuk nilai tukar rupiah pada level 13.900 hingga 14.300 dan inflasi 3 persen minus 1. Sejauh ini rupiah masih dalam taraf kondusif dan tercatat mulai hari ini nilai tukar rupiah ada di angka 14.250 terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Bank Indonesia juga memperkirakan bahwa Neraca Pembayaran Indonesia mencatat surplus sejalan dengan beberapa prospek aliran modal asing. Dalam definisi transaksi, berjalan atau iasa di sebut dengan Current Accont Defisit 2019, juga masih di perkirakan rendah dari tahun 2018 sebelumnya kisaran 2,3 sampai dengan 3 persen pada PDB.

Nanti, pada tahun 2020 di perkirakan bahwa prospek penguatan neraca pembayaran Indonesia, akan berlanjut di topang oleh peningkatan aliran masuk modal asing dan penurunan defisit transaksi berjalan. Inflow telah di perkirakan akan meningkat karenq di pengaruhi oleh beberapa prospek ekonomi yang saat ini sedang membaik dan juga ada koordinasi dari pemerintah Indonesia dan berbagai otoritas.

Dengan pernyataan terakhir yang diungkapkan, bahwasanya  dengan berbagai perkembangan tersebut di perkirakan bahwa rata-rata nilai tukar rupiah pada tahun 2020 akan berada pada kisaran 13.900 hingga 14.300 Dollar Amerika Serikat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here